Jumat, 08 April 2011

contoh Askeb Neonatus

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Angka kejadian sepsis neonatorum masih cukup tinggi dan merupakan penyebab kematian utama pada neonatus. Hal ini dikarenakan neonatus rentan terhadap infeksi. Kerentanan neonatus terhadap infeksi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kulit dan selaput lendir yang tipis dan mudah rusak, kemampuan fagositosis dan leukosit immunitas masih rendah.
Berdasarkan perkiraan World Health Organitation( WHO) hampir semua( 98%) dari lima juta kematian neonatal terjadi di negara berkembang. Lebih dari dua pertiga kematian itu terjadi pada periode neonatal dini dan 42% kematian neonatal disebabkan infeksi seperti: sepsis, tetanus neonatorum, meningitis, pneumonia, dan diare.(Imral chair, 2007)
LaporanWHO tahun 2005 angka kematian bayi baru lahir di Indonesia adalah 20 per 1000 kelahiran hidup. Jika angka kelahiran hidup di Indonesia sekitar 5 juta per tahun dan angka kematian bayi 20 per 1000 kelahiran hidup, berarti sama halnya dengan setiap hari 246 bayi meninggal, setiap satu jam 10 bayi Indonesia meninggal, jadi setiap enam menit satu bayi Indonesia meninggal.( Roesli Utami, 2008) Menurut DEPKES RI angka kematian sepsis neonatorum cukup tinggi 13-50% dari angka kematian bayi baru lahir. Masalah yang sering timbul sebagai komplikasi sepsis neonatorum adalah meningitis, kejang, hipotermi, hiperbilirubinemia, gangguan nafas, dan minum.(Depkes, 2007)
Infeksi pada neonatus lebih sering di temukan pada BBLR. Infeksi lebih sering ditemukan pada bayi yang lahir di rumah sakit dibandingkan dengan bayi yang lahir di luar rumah sakit. Dalam hal ini tidak termasuk bayi yang lahir di luar rumah sakit dengan cara septik. Segala bentuk infeksi yang terjadi pada bayi merupakan hal yang lebih berbahaya dibandingkan dengan infeksi yang terjadi pada anak atau dewasa. Ini merupakan alasan mengapa bayi harus dirawat dengan ketat bila dicurigai mengalami infeksi.
Angka kejadian sepsis neonatorum di Ruang NICU RSUD SEKAYU pada tahun 2010 berjumlah 53 kasus dengan pembagin 27 laki – laki dan 26 perempuan dengan angka kematian 2 orang.
Berdasarkan data diatas, maka penyusun tertarik untuk menyusun makalah tentang Asuhan Kebidaan Pada bayi “ M “ dengan Sepsis Neonatorum di Ruang NICU RSUD SEKAYU Tahun 2011.


A. Pengertian Sepsis Neonatorum
 Sepsis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan respons sistemik terhadap infeksi pada bayi baru lahir (Behrman, 2000).
 Sepsis adalah sindrom yang dikarekteristikkan oleh tanda-tanda klinis dan gejala-gejala infeksi yang parah yang dapat berkembang kearah septikemia dan syok septik (Dongoes, 2000)
 Sepsis neonatorum adalah semua infeksi pada bayi pada 28 hari pertama sejak dilahirkan. Infeksi dapat menyebar secara nenyeluruh atau terlokasi hanya pada satu orga saja (seperti paru-paru dengan pneumonia). Infeksi pada sepsis bisa didapatkan pada saat sebelum persalinan (intrauterine sepsis) atau setelah persalinan (extrauterine sepsis) dan dapat disebabkan karena virus (herpes, rubella), bakteri (streptococcus B), dan fungi atau jamur (candida) meskipun jarang ditemui. (John Mersch, MD, FAAP, 2009).
 Sepsis Neonatorum adalah suatu infeksi bakteri berat yang menyebar ke seluruh tubuh bayi baru lahir. Suatu sindroma respon inflamasi janin/ FIRS disertai gejala klinis infeksi yang diakibatkan adanya kuman di dalam darah pada neonatus. (D:\TUGAS KULIAH\ASKEB NEO\askep sepsis neonatorum _ LiZa.htm)

B. Etiologi Sepsis Neonatorum
Penyebab neonatus sepsis/ sepsis neonatorum adalah berbagai macam kuman seperti bakteri, virus, parasit, atau jamur.
Resiko terjadinya sepsis meningkat pada:
 Ketuban pecah sebelum waktunya
 Perdarahan atau infeksi pada ibu.
(http://www.indonesiaindonesia.com/f/12912-sepsis-neonatorum/)
Sepsis pada bayi hampir selalu disebabkan oleh bakteri:
 Bakteri escherichia koli
 Streptococus group B
 Stophylococus aureus
 Enterococus
 Listeria monocytogenes
 Klepsiella
 Entererobacter sp
 Pseudemonas aeruginosa
 Proteus sp
 Organisme anaerobik

Streptococcus grup B dapat masuk ke dalam tubuh bayi selama proses kelahiran. Menurut Centers for Diseases Control and Prevention (CDC) Amerika, paling tidak terdapat bakteria pada vagina atau rektum pada satu dari setiap lima wanita hamil, yang dapat mengkontaminasi bayi selama melahirkan. Bayi prematur yang menjalani perawatan intensif rentan terhadap sepsis karena sistem imun mereka yang belum berkembang dan mereka biasanya menjalani prosedur-prosedur invasif seperti infus jangka panjang, pemasangan sejumlah kateter, dan bernafas melalui selang yang dihubungkan dengan ventilator. Organisme yang normalnya hidup di permukaan kulit dapat masuk ke dalam tubuh kemudian ke dalam aliran darah melalui alat-alat seperti yang telah disebut di atas.

Bayi berusia 3 bulan sampai 3 tahun beresiko mengalami bakteriemia tersamar, yang bila tidak segera dirawat, kadang-kadang dapat megarah ke sepsis. Bakteriemia tersamar artinya bahwa bakteria telah memasuki aliran darah, tapi tidak ada sumber infeksi yang jelas. Tanda paling umum terjadinya bakteriemia tersamar adalah demam. Hampir satu per tiga dari semua bayi pada rentang usia ini mengalami demam tanpa adanya alasan yang jelas – dan penelitian menunjukkan bahwa 4% dari mereka akhirnya akan mengalami infeksi bakterial di dalam darah. Streptococcus pneumoniae (pneumococcus) menyebabkan sekitar 85% dari semua kasus bakteriemia tersamar pada bayi berusia 3 bulan sampai 3 tahun

Faktor - faktor yang mempengaruhi kemungkinan infeksi secara umum berasal dari tiga kelompok, yaitu:

1. Faktor Maternal
a. Status sosial-ekonomi ibu, ras, dan latar belakang. Mempengaruhi kecenderungan terjadinya infeksi dengan alasan yang tidak diketahui sepenuhnya. Ibu yang berstatus sosio- ekonomi rendah mungkin nutrisinya buruk dan tempat tinggalnya padat dan tidak higienis. Bayi kulit hitam lebih banyak mengalami infeksi dari pada bayi berkulit putih.
b. Status paritas (wanita multipara atau gravida lebih dari 3) dan umur ibu (kurang dari 20 tahun atua lebih dari 30 tahun
c. Kurangnya perawatan prenatal.
d. Ketuban pecah dini (KPD)
e. Prosedur selama persalinan.

2. Faktor Neonatatal
a. Prematurius ( berat badan bayi kurang dari 1500 gram), merupakan faktor resiko utama untuk sepsis neonatal. Umumnya imunitas bayi kurang bulan lebih rendah dari pada bayi cukup bulan. Transpor imunuglobulin melalui plasenta terutama terjadi pada paruh terakhir trimester ketiga. Setelah lahir, konsentrasi imunoglobulin serum terus menurun, menyebabkan hipigamaglobulinemia berat. Imaturitas kulit juga melemahkan pertahanan kulit.
b. Defisiensi imun. Neonatus bisa mengalami kekurangan IgG spesifik, khususnya terhadap streptokokus atau Haemophilus influenza. IgG dan IgA tidak melewati plasenta dan hampir tidak terdeteksi dalam darah tali pusat. Dengan adanya hal tersebut, aktifitas lintasan komplemen terlambat, dan C3 serta faktor B tidak diproduksi sebagai respon terhadap lipopolisakarida. Kombinasi antara defisiensi imun dan penurunan antibodi total dan spesifik, bersama dengan penurunan fibronektin, menyebabkan sebagian besar penurunan aktivitas opsonisasi.
c. Laki-laki dan kehamilan kembar. Insidens sepsis pada bayi laki- laki empat kali lebih besar dari pada bayi perempuan.

3. Faktor Lingkungan
a. Ada defisiensi imun bayi cenderung mudah sakit sehingga sering memerlukan prosedur invasif, dan memerlukan waktu perawatan di rumah sakit lebih lama. Penggunaan kateter vena/ arteri maupun kateter nutrisi parenteral merupakan tempat masuk bagi mikroorganisme pada kulit yang luka. Bayi juga mungkin terinfeksi akibat alat yang terkontaminasi.
b. Paparan terhadap obat-obat tertentu, seperti steroid, bis menimbulkan resiko pada neonatus yang melebihi resiko penggunaan antibiotik spektrum luas, sehingga menyebabkan kolonisasi spektrum luas, sehingga menyebabkan resisten berlipat ganda.
c. Kadang- kadang di ruang perawatan terhadap epidemi penyebaran mikroorganisme yang berasal dari petugas (infeksi nosokomial), paling sering akibat kontak tangan.
d. Pada bayi yang minum ASI, spesies Lactbacillus dan E.colli ditemukan dalam tinjanya, sedangkan bayi yang minum susu formula hanya didominasi oleh E.colli.
e. Mikroorganisme atau kuman penyebab infeksi dapat mencapai neonatus melalui beberapa cara, yaitu :
1. Pada masa antenatal atau sebelum lahir. Pada masa antenatal kuman dari ibu setelah melewati plasenta dan umbilikus masuk dalam tubuh bayi melalui sirkulasi darah janin. Kuman penyebab infeksi adalah kuman yang dapat menembus plasenta antara lain virus rubella, herpes, sitomegalo, koksaki, hepatitis, influenza, parotitis. Bakteri yang dapat melalui jalur ini, antara lain malaria, sipilis, dan toksoplasma.
2. Pada masa intranatal atau saat persalinan. Infeksi saat persalinan terjadi karena yang ada pada vagina dan serviks naik mencapai korion dan amnion. Akibatnya, terjadi amniotis dan korionitis, selanjutnya kuman melalui umbilikus masuk dalam tubuh bayi. Cara lain, yaitu saat persalinan, cairan amnion yang sudah terinfeksi akan terinhalasi oleh bayi dan masuk dan masuk ke traktus digestivus dan traktus respiratorius, kemudian menyebabkan infeksi pada lokasi tersebut. Selain cara tersebut di atas infeksi pada janin dapat terjadi melalui kulit bayi atau port de entre lain saat bayi melewati jalan lahir yang terkontaminasi oleh kuman. Beberapa kuman yang melalui jalan lahir ini adalah Herpes genetalis, Candida albican,dan N.gonorrea.
3. Infeksi paska atau sesudah persalinan. Infeksi yang terjadi sesudah kelahiran umumnya terjadi akibat infeksi nosokomial dari lingkungan di luar rahim (misal melalui alat- alat : penghisap lendir, selang endotrakhea, infus, selang nasogastrik, botol minuman atau dot). Perawat atau profesi lain yang ikut menangani bayi dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomil. Infeksi juga dapat terjadi melalui luka umbilikus (AsriningS.,2003)
(D:\TUGAS KULIAH\ASKEB NEO\askep sepsis neonatorum _ LiZa.htm)

C. Gejala Klinis Sepsis Neonatorum
 Suhu tubuh tidak stabil (< 36 0C atau > 37,5 0C)
 Laju nadi > 180 x/menit atau < 100 x/menit  Laju nafas > 60 x/menit, dengan retraksi atau desaturasi oksigen,apnea atau laju nafas < 30x/menit  Letargi  Intoleransi glukosa : hiperglikemia (plasma glukosa >10 mmol/L atau >170 mg/dl) atau hipoglikemia (< 2,5 mmol/L atau < 45 mg/dl)  Intoleransi minum  Tekanan darah < 2 SD menurut usia bayi  Tekanan darah sistolik < 50 mmHg (usia 1 hari)  Tekanan darah sistolik < 65 mmHg (usia < 1 bulan)  Pengisian kembali kapiler/capillary refill time > 3 detik
( http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=pdt&direktori=pdt&filepdf=0&pdf=&html=07110-tsyz266.htm)
Gejala lainnya adalah:
 gangguan pernafasan
 kejang
 jaundice (sakit kuning)
 muntah
 diare
 perut kembung

Gejalanya tergantung kepada sumber infeksi dan penyebarannya:
 Infeksi pada tali pusar (omfalitis) bisa menyebabkan keluarnya nanah atau darah dari pusar
 Infeksi pada selaput otak (meningitis) atau abses otak bisa menyebabkan koma, kejang, opistotonus (posisi tubuh melengkung ke depan) atau penonjolan pada ubun-ubun
 Infeksi pada tulang (osteomielitis) menyebabkan terbatasnya pergerakan pada lengan atau tungkai yang terkena
 Infeksi pada persendian bisa menyebabkan pembengkakan, kemerahan, nyeri tekan dan sendi yang terkena teraba hangat
 Infeksi pada selaput perut (peritonitis) bisa menyebabkan pembengkakan perut dan diare berdarah.
(http://www.indonesiaindonesia.com/f/12912-sepsis-neonatorum/)


D. Patofisiologi Sepsis Neonatorum
Melalui Air Ketuban → Bakteri → Infeksi pada Ibu
↓ ↓
Masuk kedalam tubuh janin meningitis,oesteomelitis
↓ ↓
Terjadinya Infeksi awal . resiko infeksi

Infeksi/Kuman menyebar

Keseluruh tubuh janin
Hipotalamus Organ Hati Organ pernafasan Sistem Gastrointestinal
↓ ↓ ↓ ↓
Berespon menghasil Erirtosit banyak G3 sirkulasi O2 Muntah, Diare
kan panas tubuh Dilisis CO2 Malas menghisap
↓ ↓ ↓ ↓
Hipertermia Fungsi tidak Bayi akan sesak Gangguan Volume
Optimal ↓ cairan dan elektrolit
↓ Gangguan pola nafas
Hiperbilirubin

Jaundice (ikterif)

Ke Otak

Enselopati

Kemit ikterik(kejang)

resiko cedera

Sumber:
D:\TUGAS KULIAH\ASKEB NEO\askep sepsis neonatorum _ LiZa.htm


E. Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium pada bayi-bayi sepsis sebagai berikut:
1. Pemeriksaan mikrokopis maupun pembiaakan terhadap contoh darah air kemih, jika diduga suatu meningitis, maka dilakukan fungsi lumbal.
2. Bila sindroma klinis mengarah ke sepsis, perlu dilakukan evaluasi sepsis secara menyeluruh. Hal ini termasuk biakan darah, fungsi lumbal, analisis dan kultur urin.

 Leukositosis (>34.000×109/L)
 Leukopenia (< 4.000x 109/L)  Netrofil muda 10%  Perbandingan netrofil immature(stab) dibanding total (stb+segmen)atau I/T ratio >0,2
 Trombositopenia (< 100.000 x 109/L)  CRP >10mg /dl atau 2 SD dari normal
Faktor-faktor pada masalah hematologi:
 Peningkatan kerentaan kapiler
 Peningkatan kecenderungan perdarahan(kadar protrombin plasma rendah)
 Perlambatan perkembangansel-sel darah merah
 Peningkatan hemolisis
 Kehilangan darah akibat uji laboratorium yang sering dilakukan
(D:\TUGAS KULIAH\ASKEB NEO\askep sepsis neonatorum _ LiZa.htm)



F. Penatalaksanaan Sepsis Neonatorum
1. Diberikan kombinasi antibiotika golongan Ampisilin dosis 200 mg/kg BB/24 jam i.v (dibagi 2 dosis untuk neonatus umur < 7 hari, untuk neonatus umur > 7 hari dibagi 3 dosis), dan Netylmycin (Amino glikosida) dosis 7 1/2 mg/kg BB/per hari i.m/i.v dibagi 2 dosis (hati-hati penggunaan Netylmycin dan Aminoglikosida yang lain bila diberikan i.v harus diencerkan dan waktu pemberian ? sampai 1 jam pelan-pelan).
2. Dilakukan septic work up sebelum antibiotika diberikan (darah lengkap, urine, lengkap, feses lengkap, kultur darah, cairan serebrospinal, urine dan feses (atas indikasi), pungsi lumbal dengan analisa cairan serebrospinal (jumlah sel, kimia, pengecatan Gram), foto polos dada, pemeriksaan CRP kuantitatif).
3. Pemeriksaan lain tergantung indikasi seperti pemeriksaan bilirubin, gula darah, analisa gas darah, foto abdomen, USG kepala dan lain-lain.
4. Apabila gejala klinik dan pemeriksaan ulang tidak menunjukkan infeksi, pemeriksaan darah dan CRP normal, dan kultur darah negatif maka antibiotika diberhentikan pada hari ke-7.
5. Apabila gejala klinik memburuk dan atau hasil laboratorium menyokong infeksi, CRP tetap abnormal, maka diberikan Cefepim 100 mg/kg/hari diberikan 2 dosis atau Meropenem dengan dosis 30-40 mg/kg BB/per hari i.v dan Amikasin dengan dosis 15 mg/kg BB/per hari i.v i.m (atas indikasi khusus). Pemberian antibiotika diteruskan sesuai dengan tes kepekaannya. Lama pemberian antibiotika 10-14 hari. Pada kasus meningitis pemberian antibiotika minimal 21 hari.
6. Pengobatan suportif meliputi :
 Termoregulasi, terapi oksigen/ventilasi mekanik, terapi syok, koreksi metabolik asidosis, terapi hipoglikemi/hiperglikemi, transfusi darah, plasma, trombosit, terapi kejang, transfusi tukar.
(D:\TUGAS KULIAH\ASKEB NEO\askep sepsis neonatorum _ LiZa.htm)

G. Komplikasi Sepsis Neonatorum
 Kelainan bawaan jantung,paru,dan organ-organ yang lainnya
 Sepsis berat : sepsis disertai hipotensi dan disfungsi organ tunggal
 Syok sepsis : sepsis berat disertai hipotensi\
 Sindroma disfungsi multiorgan (MODS)
 Perdarahan
 Demam yang terjadi pada ibu
 Infeksi pada uterus atau plasenta
 Ketuban pecah dini (sebelum 37 minggu kehamilan
 Ketuban pecah terlalu cepat saat melahirkan (18 jam atau lebih sebelum melahirkan)
 Proses kelahiran yang lama dan sulit
(D:\TUGAS KULIAH\ASKEB NEO\askep sepsis neonatorum _ LiZa.htm)

H. Pencegahan Sepsis Neonatorum
1. Pada masa Antenatal :
Perawatan antenatal meliputi pemeriksaan kesehatan ibu secara berkala, imunisasi, pengobatan terhadap penyakit infeksi yang diderita ibu, asupan gizi yang memadai, penanganan segera terhadap keadaan yang dapat menurunkan kesehatan ibu dan janin. Rujuk ke pusat kesehatan bila diperlukan.
2. Pada masa Persalinan :
Perawatan ibu selama persalinan dilakukan secara aseptik.
3. Pada masa pasca Persalinan :
Rawat gabung bila bayi normal, pemberian ASI secepatnya, jaga lingkungan dan peralatan tetap bersih, perawatan luka umbilikus secara steril.
(D:\TUGAS KULIAH\ASKEB NEO\askep sepsis neonatorum _ LiZa.htm)

Hubungi dokter Anda jika bayi Anda mengalami :
 muntah atau kesulitan bernapas atau tidak mau minum
 suhu >38oC melalui anus pada bayi baru lahir dan bayi muda
 kesulitan bernapas
 perubahan warna kulit (pucat atau kebiruan)
 tidak responsive
 perubahan suara tangisan bayi atau tangisan yang tidak berhenti
 bayi menjadi lemas
 denyut jantung menjadi lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya
 ubun-ubun membonjol
 penurunan jumlah urin
 perilaku pada bayi yang membuat Anda khawatir
(D:\TUGAS KULIAH\ASKEB NEO\Sepsis Sehat Group.htm)









ASUHAN KEBIDANAN SECARA TEORITIS




BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI “ M “
UMUR 2 HARI DENGAN SEPSIS DI RUANG NICU
RSUD SEKAYU TAHUN 2011
No. Register/ Medical Record: 08. 91. 05
Pengkajian dilakukan pada tanggal 08 – 09 Maret 2011 oleh Mahasiswi Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang di Ruang NICU RSUD Sekayu Tahun 2011 pada pukul 15.00 WIB

I. DATA SUBJEKTIF (Tanggal 8 Maret 2011 Pukul 14.00 – 20.00 WIB dan Tanggal 9 Maret 2011 Pukul 14.00 – 16.00 WIB)
1. Biodata
Nama Bayi : By.”M” Nama Ibu : Ny. “M” Nama Ayah :Tn“S”
Umur : 2 Hari Umur : 33 tahun Umur : 36 tahun
Tanggal lahir: :06-03-2011 Agama : Islam Agama : Islam
MRS : 08-03-2011 Suku Bangsa : Indonesia Suku Bangsa : Indonesia
Jenis Kelamin : Laki-laki Pendidikan : SMP Pendidikan : SMP
BBL : 2400 gram Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
PBL : 47 cm
Alamat : Dusun 1 Lumpatan

2. Alasan Datang/ Riwayat Perjalanan Penyakit
Pada hari minggu tanggal 06 Maret 2011 pukul 17.00 WIB bayi “M” lahir spontan pervaginam di tolong oleh dukun dari ibu G2P1A0, jenis kelamin ♀ (perempuan), berat badan 2400 gram, panjang badan 47 cm. Bayi di bawa ke NICU dari UGD pada tanggal 8 Maret 2011 pukul 09.45 WIB dengan perut kembung (+), muntah (+), sesak (+), kejang (+) 1x, merintih (+). Pulse 150x/ menit, pernapasan 82x/ menit, suhu 37,3°C.
3. Riwayat Persalinan
Jenis persalinan :Spontan
Ditolong oleh :Dukun

4. Riwayat Kesehatan
1. Riwayat penyakit yang pernah diderita ibu
Penyakit menular (AIDS, TBC, Sifilis) : Tidak ada
Penyakit keturunan (Hipertensi, Jantung, Ginjal) : Tidak ada
Penyakit yang pernah diderita pasien secara menahun : Tidak ada
2. Riwayat penyakit yang pernah diderita ayah
Penyakit menular (AIDS, TBC, Sifilis) : Tidak ada
Penyakit keturunan (Hipertensi, Jantung, Ginjal) : Tidak ada
Penyakit yang pernah diderita pasien secara menahun : Tidak ada
3. Riwayat operasi yang pernah dijalani : Tidak ada
4. Riwayat keluarga/ keturunan (Gamelli) : Tidak ada

5. Riwayat Psikososial
Respon ibu terhadap bayi : Senang
Respon ibu dan keluarga terhadap kelahiran bayi : Menerima
Adat/ kebiasaan dalam kelahiran : Tidak ada
Kebiasaan berobat : ke Rumah Sakit

6. Pola kebiasaan sehari-hari
1. Pola Nutrisi
Tanggal 8 Maret 2011
 ASI : Belum di berikan (Stop Oral)
 PASI : Belum diberikan (Stop Oral)
Tanggal 9 Maret 2011
 ASI : Belum di berikan (Stop Oral)
 PASI : Belum di berikan (Stop Oral)

2. Eliminasi
 BAK
Tanggal 8 Maret 2011 (Pukul 14.00 WIB – 20.00WIB)
Frekuensi : 1x/ 6 jam Penyulit : Tidak ada
Warna : Kuning jernih

Tanggal 9 Maret 2011 (Pukul 14.00 WIB – 15.00 WIB)
Frekuensi : 1x/ 1 jam Penyulit : Tidak ada
Warna : Kuning Jernih

 BAB
Tanggal 8 Maret 2011 (Pukul 14.00 – 20.00 WIB)
Frekuensi : Tidak BAB Konsistensi : -
Warna :- Penyulit : -

Tanggal 9 Maret 2011 (Pukul 14.30 WIB)
Frekuensi : 1x/ 1 jam Konsistensi : Lunak
Warna : Hijau Kehitaman Penyulit : Tidak ada

3. Istirahat
 Tanggal 8 Maret 2011 (Pukul 14.00 – 20.00 WIB) : Bayi tidur (± 4 jam/ 5 jam) dalam incubator, marintih (+)
 Tanggal 9 Maret 2011 (Pukul 14.00 – 15.00 WIB) : Bayi tidur (± 1 jam/ 1 jam ) dan tidak rewel

4. Personal Hygiene
 Tanggal 8 maret 2011 Pukul 17.00 WIB : Memandikan bayi (mengelap badan bayi)


II. DATA OBJEKTIF (Tanggal 8 Maret 2011 Pukul 14.00 – 20.00 dan Tanggal 9 Maret 2011 Pukul 14.00 – 16.00 WIB)
1. Pemeriksaan Fisik/ umum
a. Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum : Lemah, merintih (+), refleks hisap lemah (+)
Tanda-tanda vital:
No. Tanggal dan Pukul Pulse Pernapasan Suhu
1.







2. 8 Maret 2011
Pukul 14.00 WIB
15.00 WIB
16.00 WIB
17.00 WIB
18.00 WIB
19.00 WIB
20.00 WIB
9 Maret 2011
Pukul 14.00 WIB
15.00 WIB
15.30 WIB
16.00 WIB
150x/ menit
152x/ menit
148x/ menit
150x/ menit
157x/ menit
160x/ menit
152x/ menit

70x/ menit
65x/ menit
40x/ menit
-
82x/ menit
87x/ menit
84x/ menit
83x/ menit
87x/ menit
86x/ menit
84x/ menit

20x/ menit
20x/ menit
16x/ menit
-

37, 3°C
37, 4°C
37, 5°C
37, 2°C
37, 0°C
37, 5°C
37, 2°C

35,0°C
35,2°C
34,3°C
-

b. Segera setelah bayi dilahirkan, dilakukan;
 Activity : Kurang baik
 Breathing : Kurang baik
 Circulation : Kurang baik

2. Pemeriksaan khusus (Pemeriksaan Kebidanan)
a Inspeksi
Kepala : Rambur bersih, UUB datar, caput tidak ada, chepal hematoma
tidak ada
Mata : Bersih, conjungtiva merah muda, skelera putih
Hidung : Bersih, tidak ada pembengkakan polip
Telinga : Bersih, tidak ada kelainan
Mulut : Kering, tidak ada kelainan
Leher : Tidak ada pembengkakan kelenjar limfe
Dada : Simetris, retraksi sebagian (+)
Abdomen : Simetris, tidak ada infeksi
Genitalia Eksterna : Labia mayora menutupi labia minora
Anus : Ada
Punggung : Tidak ada kelainan, tidak ada benjolan Ekstremitas atas : Gerak kurang aktif, jumlah jari lengkap, tidak ada kelainan
Ekstremitas bawah : Gerak kurang aktif, jumlah jari lengkap, tidak ada kelainan

b. Pemeriksaan Refleks
Tanggal 8 Maret 2011
Refleks moro : Lemah
Refleks rooting : Lemah
Refleks walking : Lemah
Refleks tonic neck : Lemah
Tanggal 9 Maret 2011
Refleks moro : Lemah
Refleks rooting : Lemah
Refleks walking : Lemah
Refleks tonic neck : Lemah

c. Pemeriksaan Penunjang
Rontgen : Tidak ada
Pemeriksaan Laboratorium : Tidak dilakukan

d. Obat-obatan :
Tanggal 8 Maret 2011 Pukul 18.00 WIB :
 IVFD K4 A dengan 10 tetes/ menit
 Oksigen sungkup dengan 5 liter/ menit
 Merem 2x60 mg (Pukul 18.00 WIB dan Pukul 06.00 WIB)
 Aminophillin 3x2 mg (Pukul 08.45 WIB, 18.00 WIB, 06.00 WIB)
 Dexamethason 3x1/5 ampul (Pukul 08.10 WIB, 18.00 WIB, 06.00 WIB)

DATA PERKEMBANGAN
Tanggal 8 Maret 2011, pukul 14.00 – 20.00 WIB

I. DATA SUBJEKTIF (Tanggal 8 Maret 2011, pukul 14.00 – 20.00 WIB)
-.
II. DATA OBJEKTIF (Tanggal 8 Maret 2011, pukul 14.00 – 20. 00 WIB)
Keadaan Umum : Lemah, merintih (+), refleks hisap lemah (+)
Tanda-tanda vital:
Tanggal dan Waktu Pulse Pernapasan Suhu
8 Maret 2011
Pukul 14.00 WIB
15.00 WIB
16.00 WIB
17.00 WIB
18.00 WIB
19.00 WIB
20.00 WIB 150x/ menit
152x/ menit
148x/ menit
150x/ menit
157x/ menit
160x/ menit
152x/ menit
146x/ menit
82x/ menit
87x/ menit
84x/ menit
83x/ menit
87x/ menit
86x/ menit
84x/ menit
80x/ menit
37, 3°C
37, 4°C
37, 5°C
37, 2°C
37, 0°C
37, 5°C
37, 2°C
37, 3°C


III. ASSESMENT (Tanggal 8 Maret 2011 Pukul 14.00 – 20.00 WIB)
Diagnosa Masalah Kebutuhan
Neonatus 2 hari
dengan Sepsis - Bayi susah bernapas
- Bayi merintih
- Rangsangan hisap lemah
- Retraksi dada sebagian - Membersihkan jalan lahir dengan suction
- Memberikan oksigen sungkup
- Menghangatkan bayi dengan menggunakan incubator
- Perawatan tali pusat
- Memberikan therapy pada bayi sesuai dengan order


IV. PLANNING (Tanggal 8 Maret 2011 Pukul 14.00 – 20.00 WIB)
Tanggal dan Waktu PLANNING
8 Maret 2011
Pukul 14.00 s/d pukul 20.00 WIB 1. Mengkaji keadaan umum bayi dan tanda-tanda vital bayi (suhu, pernapasan dan nadi)
2. Membebaskan jalan napas dengan menggunakan suction
3. Mengatur posisi bayi semi fowler
4. Pemenuhan oksigen sungkup dengan 5 liter/ menit
5. Mengkaji adanya sianosis dan retraksi
6. Perawatan tali pusat
7. Personal hygiene bayi
8. Berkolaborasi dengan tim medis dalam therapy:
 Obat-obatan
 Nutrisi





V. IMPLEMENTASI (Tanggal 8 Maret 2011 Pukul 14.00 – 20.00 WIB)
No. Tanggal
dan Waktu IMPLEMENTASI
1.











2.

3.

4.

5.

6.

7.



Pukul 14.00 WIB s/d pukul 20.00 WIB










Pukul 14.30 WIB s/d pukul 14.45 WIB
Pukul 14.45 WIB s/d pukul 14.50 WIB
Pukul 10.00 WIB s/d pukul 20.00 WIB
Pukul 15.00 WIB s/d pukul 20.00 WIB
Pukul 17.00 WIB s/d pukul 17.15 WIB
Pukul 14.00 WIB s/d pukul 20.00 WIB


1. Mengkaji keadaan umum bayi dan tanda-tanda vital bayi (suhu, pernapasan dan nadi)
Keadaan umum bayi lemah, merintih (+), refleks hisap lemah (+)
Tanda-tanda vital bayi:
Pukul 14.00 WIB: HR 150x/m, RR 82x/m, Suhu 37,3°C
15.00 WIB: HR 152x/m, RR 87x/m, Suhu 37,4°C
16.00 WIB: HR 148x/m, RR 84x/m, Suhu 37,5°C
17.00 WIB, HR 150x/m, RR 83x/m, Suhu 37,2°C
18.00 WIB, HR 157x/m, RR 87x/m, Suhu 37,0°C
19.00 WIB, HR 160x/m, RR 86x/m, Suhu 37,5°C
20.00 WIB, HR 152x/m, RR 84x/m, Suhu 37,2°C
2. Membebaskan jalan napas dengan menggunakan suction

3. Mengatur posisi bayi semi fowler

4. Pemenuhan oksigen sungkup dengan 5 liter/ menit

5. Mengkaji adanya sianosis dan retraksi (sianosis (-), retraksi dada sebagian (+)
6. Mengelap bayi dan menggantikan pakaian bayi

7. Melakukan perawatan tali pusat dengan kassa steril dan alkohol setiap kali basah
8. Membersihkan tubuh bayi terutama daerah genitalia bayi setiap kali bayi BAB dan BAK

9. Berkolaborasi dengan tim medis:
 Pemberian obat-obatan pada pukuk 18.00 WIB
- Merem 2x60 mg (Pukul 18.00 WIB dan Pukul 06.00 WIB)
- Aminophillin 3x2 mg (Pukul 08.45 WIB, 18.00 WIB, 06.00 WIB)
- Dexamethason 3x1/5 ampul (Pukul 08.10 WIB, 18.00 WIB, 06.00 WIB)
 IVFD K4 A dengan 10 tetes/ menit
 Oksigen sungkup dengan 5 liter/ menit
 Nutrisi
- Stop oral sementara


VI. EVALUASI (Tanggal 8 Maret 2011 Pukul 14.00 – 20.00 WIB)
Tanggal dan Waktu EVALUASI
8 Maret 2011 Pukul 14.00 WIB s/d pukul 20.00 WIB 1. Keadaan umum bayi : Lemah, merintih (+), refleks hisap lemah (+)
Tanggal 8 Maret 2011 Pukul 14.00 – 20.00 WIB
Suhu : 37,0°C – 37,5°C
Nadi : 148x/ menit – 160x/ menit
Pernapasan : 82x/menit – 87x/ menit
2. Jalan napas sudah di bebaskan
3. Posisi bayi semi fowler
4. Oksigen sungkup pada bayi terpasang dengan 5 liter/ menit
5. Sianosis (-), retraksi dada sebagian (+)
6. Bayi sudah dibersihkan
7. Nutrisi, berat badan 2400 gram, merintih (+)
8. Personal hygiene telah dilaksanakan
9. Tali pusat steril
10. Pemberian obat pada bayi sesuai dengan order
Tanggal 8 Maret 2011 Pukul 18.00 WIB :
 Merem 2x60 mg (Pukul 18.00 WIB dan Pukul 06.00 WIB)
 Aminophillin 3x2 mg (Pukul 08.45 WIB, 18.00 WIB, 06.00 WIB)
 Dexamethason 3x1/5 ampul (Pukul 08.10 WIB, 18.00 WIB, 06.00 WIB)
 IVFD K4 A dengan 10 tetes/ menit terpasang
 Oksigen sungkup dengan 5 liter/ menit terpasang


DATA PERKEMBANGAN
Tanggal 9 Maret 2011 Pukul 14.00 – 16.00 WIB

I. DATA SUBJEKTIF (Tanggal 9 Maret 2011 Pukul 14.00 – 15.30)
-
II. DATA OBJEKTIF (Tanggal 9 Maret 2011 Pukul 14.00 16.00 WIB)
Keadaan Umum : Jelek, bayi tampak lemah, tangisan merintih (+), sesak (+), sianosis (-), muntah (-), demam (-), kejang(-), refleks hisap lemah (+)
Tanda-tanda vital:
Tanggal dan Waktu Pulse Pernapasan Suhu
9 Maret 2011 Pukul 14.00 WIB
15.00 WIB
15.30 WIB
16.00 WIB 70x/ menit
65x/ menit
40x/ menit
- 20x/ menit
20x/ menit
16x/ menit
-
35, 0°C
35, 2°C
34, 3°C
-


III. ASSESMENT (Tanggal 9 Maret 2011 Pukul 14.00 – 16.00 WIB)
Diagnosa Masalah Kebutuhan
Neonatus 3 hari dengan Sepsis - Bayi merintih
- Bayi sesak
- Rangsangan isap lemah
- Retraksi dada sebagian
1. Memberikan oksigen sungkup
2. Menghangatkan bayi dengan menggunakan inkubator
3. Perawatan tali pusat
4. Personal hygiene
5. Memberikan therapi pada bayi sesuai dengan order


VII. PLANNING (Tanggal 9 Maret 2011 Pukul 14.00 – 16.00 WIB)
Tanggal dan Waktu PLANNING
9 Maret 2011
Pukul 14.00 WIB s/d pukul 16.00 WIB 1. Mengkaji keadaan umum bayi dan tanda-tanda vital bayi (suhu, pernafasan, dan nadi)
2. Pemenuhan oksigen sungkup dengan 5 liter/ menit
3. Mengatur posisi bayi semi fowler
4. Mengkaji adanya sianosis dan retraksi
5. Perawatan tali pusat
6. Personal hygienen bayi
7. Berkolaborasi dengan tim medis dalam thrapy:
 Obat – obatan
 Nutrisi








V. IMPLEMENTASI (Tanggal 9 Maret 2011 Pukul 14.00 – 15.00 WIB)
No. Tanggal
dan Waktu IMPLEMENTASI
1.









2.


3.


4.


5.
















6.



7.


8.
9. 9 Maret 2011 Pukul 14.00 WIB s/d pukul 15.00 WIB






Pukul 14.30 WIB s/d pukul 14.45 WIB
Pukul 14.45 WIB s/d pukul 14.50 WIB
Pukul 14.00 WIB s/d pukul 15.30 WIB
Pukul 14.00 WIB s/d pukul 15.30 WIB














Pukul 15.30 WIB



Pukul 15.45 WIB


Pukul 16.00 WIB
Pukul 16.10 WIB
1. Mengkaji keadaan umum bayi dan tanda-tanda vital bayi (suhu, pernapasan dan nadi)
Keadaan umum bayi Jelek, tangisan merintih (+), sesak (+), sianosis (-), muntah (-), demam (-), kejang (-), refleks hisap lemah (+)
Tanda-tanda vital:
Pukul 14.00 WIB: HR 70x/m, RR 20x/m, Suhu 35,0°C
15.00 WIB: HR 65x/m, RR 20x/m, Suhu 35,2°C
15.30 WIB: HR 40x/m, RR 16x/m, Suhu 34,3°C
16.0 IB: HR (-), RR (-), Suhu (-)
2. Pemenuhan kebutuhan oksigen sungkup dengan 5 liter/ menit

3. Mengatur posisi bayi semi fowler


4. Mengkaji adanya sianosis dan retraksi
 Sianosis (-), retraksi dada sebagian (+)

5. Melakukan perawatan tali pusat dengan kassa steril dan alkohol setiap kali basah
6. Membersihkan tubuh bayi terutama daerah genitalia bayi setiap kali bayi BAB dan BAK
7. Berkolaborasi dengan tim medis dalam therapy:
 Pemberian obat – obatan pada pukul 18.00 WIB
- Merem 2x60 mg (Pukul 18.00 WIB dan Pukul 06.00 WIB)
- Aminophillin 3x2 mg (Pukul 08.45 WIB, 18.00 WIB, 06.00 WIB)
- Dexamethason 3x1/5 ampul (Pukul 08.10 WIB, 18.00 WIB, 06.00 WIB)
 IVFD K4 A dengan 10 tetes/ menit
 Oksigen sungkup dengan 5 liter/ menit
 Nutrisi
- Stop oral sementara
8. Bayi apnoe, keluar darah dari hidung dan mulut, pulse 65x/ menit, SPo2 50%, perawat NICU lapor dr. bangsal (dr. Irma Novita) dan dilakukan suction + beaging + Resusitasi Jantung Paru (RJP)
9. Pulse 40x/ menit, SPo2 tidak terpantau, pernapasan (-), pupil medriasis, total beaging + RJP diteruskan, pulse (-), pernapasan (-)
10. Bayi dinyatakan meninggal oleh dr. Irma Novita
11. Jenazah dibawa pulang oleh keluarga dengan menggunakan ambulan






















VI. EVALUASI (Tanggal 9 Maret 2011 Pukul 14.00 – 16.00 WIB)
Tanggal dan Waktu EVALUASI
9 Maret 2011 Pukul 14.00 WIB s/d pukul 16.00 WIB 1. Keadaan umum bayi : Jelek, Keadaan umum bayi : Jelek, tangisan merintih (+), sesak (+), sianosis (+), muntah (+), demam (-), kejang (-), refleks hisap lemah (+)
Tanggal 9 Maret 2011 Pukul 14.00 – 16.00 WIB
Suhu : 35,2°C - 0°C
Nadi : 70x/ menit – 0x/menit
Pernapasan : 20x/ menit – 0x/menit
2. Oksigen sungkup pada bayi terpasang dengan 5 liter/ menit
3. Posisi bayi semi fowler
4. Sianosis (+), retraksi dada sebagian (+)
5. Nutrisi, berat badan 2400 gram, merintih (+), sianosis (+), muntah (+)
6. Personal hygiene telah dilaksanakan
7. Tali pusat steril
8. Tanggal 9 Maret 2011 pukul 16.00 bayi dinyatakan meninggal oleh dr. Irma Novita
9. Tanggal 9 Maret 2011 pukul 16.10 WIB jenazah dibawa pulang oleh keluarga dengan menggunakan ambulan


Sekayu, Maret 2011
Mengetahui,
Pembimbing Lahan Praktik Mahasiswa yang melakukan Asuhan
CI Lapangan NICU


Suaibatul A. M, AM. Kep









BAB IV
PEMBAHASAN

Sepsis Neonatorum adalah semua infeksi pada bayi pada 28 hari pertama sejak dilahirkan. Infeksi dapat menyebar secara menyeluruh atau terlokasi hanya pada satu organ saja (seperti paru-paru dengan pneumonia). Infeksi pada sepsis bisa didapatkan pada saat sebelum persalinan (intrauterine sepsis) atau setelah persalinan (extrauterine sepsis) dan dapat disebabkan karena virus (herpes, rubella), bakteri (streptococcus B), dan fungi atau jamur (candida) meskipun jarang ditemui. (John Mersch, MD, FAAP, 2009). Sepsis Neonatorum diakibatkan adanya kuman di dalam darah pada neonatus.
Menurut teori salah satu faktor yang mempengaruhi kemungkinan terjadinya infeksi adalah prosedur selama persalinan dan gejala klinis sepsis neonatorum adalah suhu tubuh tidak stabil (< 36°C atau > 37,5°C), laju nadi (> 180x/ menit atau < 100x/ menit, laju napas (> 60x/ menit dengan retraksi atau laju napas <30x/ menit), gangguan pernapasan, kejang, muntah, perut kembung dan penatalaksanaan sepsis neonatorum adalah diberikan kombinasi antibiotika golongan Ampisillin dan apabila gejala klinis memburuk diberikan Cefepim atau Meropenem sesuai dengan dosis yang ditentukan oleh dokter.
Berdasarkan hasil pengkajian yang telah kami lakukan pada By. ”M” tanggal 8 maret 2011 pukul 15.00 WIB didapatkan bayi lahir pada hari minggu tanggal 6 Maret 2011 pukul 17.00 WIB, bayi lahir spontan pervaginam di tolong oleh dukun dari ibu G2P1A0, jenis kelamin ♀ (perempuan), berat badan 2400 gram, panjang badan 47 cm. Bayi di bawa ke NICU dari UGD pada tanggal 8 Maret 2011 pukul 09.45 WIB dengan perut kembung (+), muntah (+), sesak (+), retraksi dada sebagian (+), kejang (+) 1x, merintih (+), pulse 150x/ menit, pernapasan 82x/ menit dan suhu 37, °C dan penanganan yang diberikan pada bayi ”M” yaitu Merem 2x60mg (pukul 18.00 WIB dan pukul 06.00 WIB), Aminophillin 3x2mg (pukul 08.45 WIB, 18.00 WIB, 06.00 WIB) dan Dexamethason 3x1/5 ampul (pukul 08.10 WIB, 18.00 WIB, 06.00 WIB)
Pada dasarnya tidak ada perbedaan antara teori dengan gejala klinis yang terjadi pada bayi ”M” serta asuhan atau penanganan di lapangan yang dilakukan pada bayi ”M” di Ruang NICU RSUD Sekayu Tahun 2011.







BAB V
PENUTUP


A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil temuan kasus yang telah kami bahas pada bayi “M” maka kami menyimpulkan bahwa:
1. Kami dapat melakukan pengkajian pada By. ”M” pada tanggal 8 maret 2011 pukul 15.00 WIB didapatkan bayi lahir pada hari minggu tanggal 6 Maret 2011 pukul 17.00 WIB, bayi lahir spontan pervaginam di tolong oleh dukun dari ibu G2P1A0, jenis kelamin ♀ (perempuan), berat badan 2400 gram, panjang badan 47 cm. Bayi di bawa ke NICU dari UGD pada tanggal 8 Maret 2011 pukul 09.45 WIB dengan perut kembung (+), muntah (+), sesak (+), retraksi dada sebagian (+), kejang (+) 1x, merintih (+), pulse 150x/ menit, pernapasan 82x/ menit dan suhu 37, °C
2. Dilihat dari pemeriksaan di atas didapatkan diagnosa Asuhan Kebidanan Pada Bayi “M” umur 2 hari dengan Sepsis
3. Pada pelaksanaan yang diberikan didasarkan keadaan bayi yaitu menjelaskan kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan bahwa keadaan bayi kurang baik
4. Kebutuhan yang diperlukan pada Bayi “M” dengan Sepsis, yaitu Membersihkan jalan lahir dengan suction, memberikan oksigen sungkup, menghangatkan bayi dengan menggunakan inkubator, perawatan tali pusat, personal hygiene, memberikan therapi pada bayi sesuai dengan order (obat-obatan dan nutrisi)
5. Rencana asuhan yang dibutuhkan pada bayi “M” dengan Sepsis yaitu:
 Mengkaji keadaan umum bayi dan tanda-tanda vital bayi (suhu, pernafasan, dan nadi) serta tingkat kesadaran bayi.
 Membebaskan jalan napas dengan menggunakan suction
 Mengatur posisi bayi semi fowler
 Pemenuhan oksigen sungkup dengan 5 liter/ menit
 Mengkaji adanya sianosis dan retraksi
 Perawatan tali pusat
 Personal hygienen bayi
 Berkolaborasi dengan tim medis dalam therapy (obat-obatan dan nutrisi)
6. Perawat NICU dapat melaksanakan asuhan yang telah di rancanakan pada bayi “M” dengan Sepsis
7. Penulis dapat mengevaluasi asuhan yang telah di berikan pada bayi “M” dengan Sepsis Neonatorum

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar